PT Agrinas Pangan Nusantara mengonfirmasi bahwa pikap impor asal India, Mahindra Scorpio, telah dirancang untuk beroperasi dengan berbagai jenis bahan bakar, termasuk Bio Solar berkualitas rendah.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menekankan bahwa spesifikasi mesin menjadi faktor utama dalam pengadaan kendaraan ini.
Spesifikasi Utama Pikap Mahindra Scorpio
Pikap ini dilengkapi dengan mesin diesel 2.2 liter mHawk yang dapat memproduksi tenaga hingga 140 tenaga kuda dengan torsi 320 Nm.
Transmisi manual 6-percepatan menjadi salah satu fitur utama, didukung oleh dua mode penggerak, yaitu 2WD dan 4WD.
Dengan kapasitas angkut mencapai 1,2 ton dan kemampuan tarik maksimum hingga 2,5 ton, kendaraan ini menunjukkan keunggulan dalam membawa beban.
Baca juga: Aksi Pria Berkostum Ojol di Atas Kereta KRL Cikini Viral di Media Sosial
Inovasi Sistem Filtrasi Bahan Bakar
Salah satu keunggulan Mahindra Scorpio adalah sistem double filter yang memungkinkan kendaraan beroperasi secara optimal meskipun dengan kualitas solar yang rendah.
Penggunaan sistem ini menjadi nilai strategis, terutama mengingat kualitas bahan bakar di banyak wilayah Indonesia sering tidak memenuhi standar.
Joao Mota menekankan pentingnya sistem filtrasi ganda dalam menjaga performa mesin, meskipun menggunakan Bio Solar CN 48.
Rencana Produksi Kendaraan di Indonesia
Dalam kontrak dengan Mahindra, Agrinas menjanjikan pembangunan bengkel dan diler serta rencana mendirikan pabrik di Indonesia pada tahun 2027 atau 2028.
Tata Motors juga diharapkan membangun fasilitas produksi di Indonesia pada tahun 2029.
Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen PT Agrinas Pangan Nusantara untuk memperkuat industri otomotif lokal dan meningkatkan kemandirian dalam penyediaan kendaraan niaga.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: