Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, memberikan klarifikasi terkait video viral yang menunjukkan seorang pedagang sayur dilarang berjualan di teras rumahnya. Penjelasan ini muncul setelah insiden pada 19 Februari 2026 menarik perhatian di media sosial.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
Dalam video tersebut, pedagang mengklaim bahwa ia memiliki hak untuk berjualan di area tersebut, namun pemerintah daerah menegaskan bahwa penertiban ini diperlukan untuk menjaga ketertiban umum dan menyediakan lokasi khusus bagi para pedagang.
Kronologi Peristiwa dan Tanggapan Satpol PP
Insiden bermula ketika petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melarang seorang pedagang sayur berjualan di teras miliknya. Dalam klarifikasinya, pihak Satpol PP menyatakan bahwa tindakan itu bertujuan untuk menegakkan peraturan daerah mengenai ketertiban umum.
Bupati Wulla yang meninjau lokasi menjelaskan bahwa aktivitas berjualan pedagang seharusnya dilakukan di kios yang berada di bahu jalan, bukan di teras rumahnya. Ia menyatakan bahwa aktivitas di bahu jalan dapat mengganggu lalu lintas dan pengguna jalan lainnya.
Ia menekankan bahwa tujuan utama dari penertiban adalah untuk menata ruang publik agar tetap aman dan nyaman bagi semua pengguna.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan Masih Terima Gaji, Kontroversi Berlanjut
Dialog dan Penjelasan kepada Pedagang
Dalam dialog yang berlangsung, Bupati Wulla mengedepankan pendekatan persuasif untuk menangani situasi tersebut. Ia mengungkapkan, 'Kalau saya mau menggunakan aturan secara tegas, tentu bisa langsung ditertibkan. Tetapi saya memilih berdialog baik-baik dengan pemilik usaha.'
Pedagang yang terlibat menyatakan tidak ada tindakan kekerasan saat penertiban berlangsung. Ia merasa bahwa petugas telah memberikan penjelasan dengan cara yang baik meskipun video tersebut menyebabkan kesalahpahaman di publik.
Pedagang tersebut juga menjelaskan bahwa persepsi publik terhadap video yang beredar tidak selalu mencerminkan realitas yang terjadi di lapangan.
Pentingnya Verifikasi Informasi di Media Sosial
Sebagai bagian dari klarifikasinya, Bupati Wulla mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa verifikasi informasi sangat penting untuk menjaga pemahaman publik tentang kebijakan dan tindakan yang diambil oleh pemerintah.
Menutup kunjungannya, Bupati Wulla menunjukkan dukungan dengan membeli dagangan dari pedagang sebagai simbolisasi budaya kasih sayang di Sumba Barat Daya.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: