Sebuah insiden di Gili Trawangan, NTB, melibatkan seorang perempuan warga negara asing dan warga lokal menggegerkan tempat tersebut. Keributan ini terjadi saat kegiatan tadarusan diganggu oleh tindakan agresif sang WNA.
Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Peristiwa tersebut berlangsung pada 18 Februari 2026 dan berujung pada pengancaman dengan senjata tajam, menyisakan ketegangan dalam interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat.
Awal Permasalahan dan Tindakan Agresif
Pada Rabu, 18 Februari 2026, warga Gili Trawangan menggelar tadarusan dengan menggunakan speaker di sebuah musala. Keberadaan suara yang muncul dari kegiatan tersebut membuat seorang perempuan WNA merasa terganggu dan mulai mengamuk, bahkan merusak mikrofon yang digunakan.
Tak hanya itu, setelah kejadian tersebut, perempuan itu diduga membawa ponsel milik salah satu warga sebelum kembali ke vila tempatnya menginap. Kondisi ini memicu warga untuk mendatangi vila guna mengambil kembali barang yang dianggap hilang.
Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan
Pengancaman Terhadap Warga
Sekitar pukul 00.30 Wita, sekelompok warga mendatangi vila tempat perempuan tersebut menginap untuk mengambil ponsel. Namun, situasi semakin memanas ketika perempuan itu keluar dengan mengancam warga menggunakan parang dan berteriak, 'what do you want,' sambil menunjukkan senjatanya.
Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, menjelaskan bahwa perempuan itu membawa dua parang dan mengejar warga yang berniat mengambil ponsel. Tindakan ini menimbulkan ketakutan di kalangan warga yang sebenarnya hanya ingin mendapatkan kembali barang mereka.
Usaha Warga Mengatasi Situasi
Dalam upaya meredakan ketegangan, warga setempat mencoba merebut salah satu parang dari tangan perempuan itu. Upaya tersebut berhasil mengamankan satu parang, namun ketegangan belum sepenuhnya mereda.
Kejadian ini menarik perhatian luas, terutama setelah video insiden tersebar di media sosial. Hal tersebut membuka diskusi mengenai interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal, serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari di daerah wisata.
Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat untuk Perawatan Kulit yang Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: