Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 19:12 WIB

Ikan Bandeng: Simbol Keberuntungan di Perayaan Imlek

Author

Ikan Bandeng: Simbol Keberuntungan di Perayaan Imlek

Tahun Baru China selalu menjadi saat yang spesial bagi masyarakat keturunan Tionghoa, termasuk di Indonesia. Salah satu sajian khas yang hadir di meja makan Imlek adalah ikan bandeng, yang lebih dari sekadar menu biasa.

Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Ikan ini melambangkan harapan akan keberlimpahan dan rezeki di tahun yang baru, menjadikannya simbol penting dalam tradisi perayaan tersebut. Ketersediaannya yang mudah di Indonesia membuat bandeng semakin populer saat momen spesial ini.

Asal Usul dan Popularitas Ikan Bandeng

Ikan bandeng, yang dikenal luas di Indonesia, sangat mudah ditemui dan dijadikan pilihan banyak orang saat perayaan. Kemudahan dalam pengembangbiakan ikan ini menjadikannya favorit bagi kalangan Tionghoa dan masyarakat lainnya.

Di pasar-pasar malam seperti Glodok dan Pancoran, ikan bandeng sering dijumpai, dikombinasikan dengan kue khas China. "Masyarakat Tionghoa Betawi sering membeli ikan bandeng dan kue khas China di pasar-pasar malam", ungkap Alwi Shahab dalam bukunya.

Ikan bandeng tidak hanya dinikmati sendiri; sering kali diberikan kepada tetangga sebagai simbol kebaikan. Tradisi ini mendorong penguatan hubungan sosial antarwarga komunitas.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda

Makna Spiritual Ikan dalam Tradisi Tionghoa

Dalam tradisi Tionghoa, ikan merupakan simbol penting karena arti kata 'Yú', yang terdengar mirip dengan kata surplus atau berlimpah. Kehadiran ikan di meja makan diharapkan dapat membawa rezeki melimpah bagi keluarga di tahun baru.

Keyakinan ini melintasi generasi, menciptakan kepercayaan bahwa keberadaan ikan dapat mendatangkan keberuntungan. Praktik ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya.

Sebagai bagian dari tradisi, keberadaan ikan berfungsi sebagai jembatan harapan, menciptakan suasana optimis di kalangan keluarga saat menyantap hidangan bersama.

Ikan Bandeng dalam Konteks Sejarah Sosial

Ikan bandeng tidak hanya berfungsi dalam konteks spiritual, melainkan juga memiliki peran dalam sejarah sosial di Indonesia. Pada masa kolonial, bandeng sering diberikan kepada orang Belanda sebagai bentuk diplomasi sosial.

Memberikan bandeng menjadi alat untuk membangun hubungan baik serta meningkatkan status sosial komunitas Tionghoa. "Memberikan bandeng diharapkan dapat menciptakan hubungan baik dan meningkatkan kedudukan masyarakat Tionghoa".

Hingga hari ini, tradisi ini bertahan, mencerminkan sejarah yang kuat antara masyarakat Tionghoa dan budaya lokal yang terus berkembang, menjadikan ikan bandeng sebuah simbol yang tak lekang oleh waktu.

Baca juga: Merevolusi Perawatan Keguguran dengan Kecerdasan Buatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU