Ressa Rizky Rossano, putra penyanyi Denada, mengisahkan pengalamannya sebagai sopir untuk mendiang neneknya, Emilia Contessa. Momen tersebut dibalut dengan kesedihan, namun menjadi bagian dari tanggung jawab finansial yang harus ia jalani.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Penting untuk Keuangan Anda
Dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan bahwa penghasilan dari pekerjaan tersebut tidak mencukupi, hanya sebesar Rp 2 juta per bulan, sehingga memaksanya untuk tetap fokus dalam bekerja dan membayar cicilan mobil.
Pengalaman sebagai Sopir
Ressa Rizky Rossano mengungkapkan bagaimana ia terpaksa mengambil pekerjaan sebagai sopir untuk neneknya, Emiliana Contessa, sementara ia sudah mengetahui identitasnya. 'Sudah tahu (Emilia neneknya), hancur pasti,' ucap Ressa, menunjukkan konflik emosional yang dihadapinya.
Keputusan untuk menerima pekerjaan ini berdasar pada kebutuhan finansial yang mendesak. 'Tapi karena Ressa harus membayar cicilan (mobil) juga, jadi Ressa fokus ke sana aja, kerja aja,' tambah Ressa, mencerminkan prioritas yang dihadapinya.
Profesi sopir ini juga berkaitan dengan keterlibatan Emilia yang mencalonkan diri sebagai anggota Dewan. Dengan memberikan gaji Rp 2 juta per bulan, Ressa dianggap dapat belajar untuk bertanggung jawab dengan dukungan keluarganya.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih
Pendidikan dan Pentingnya Tanggung Jawab
Enrico Tambunan, adik Denada, mengonfirmasi bahwa mempekerjakan Ressa bukanlah bentuk eksploitasi tenaga kerja. 'Dia mau mengajarkan kepada anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakannya, untuk rajin bekerja,' ungkap Enrico, menjelaskan niat baik Emilia.
Filosofi di balik keputusan mendiang ibunya adalah untuk menanamkan nilai pentingnya kerja keras. 'Tujuannya supaya 'hei, enak kan kalau dapat upah, makanya kerja lebih rajin,' imbuhnya, menegaskan pesan positif yang ingin disampaikan.
Enrico juga menyoroti salah paham yang sering terjadi terhadap niat baik ibunya, mengingat Emilia telah tiada dan tidak dapat menjelaskan konteks tersebut kepada publik. 'Secara tulus, itu adalah niat baik mama saya, tidak ada dia berniat jahat sama keluarga besarnya,' jelas Enrico, menegaskan integritas keluarga.
Gaji Kecil dan Harapan Masa Depan
Ressa menyadari bahwa setiap pengalaman, baik atau buruk, merupakan bagian dari proses pembelajaran yang berharga. Meskipun gaji kecil, ia tidak menganggapnya sebagai hambatan untuk terus berusaha.
Ia berharap bahwa dengan pengalaman bekerja di samping neneknya, ia bisa meraih masa depan yang lebih baik. 'Yang dia mau adalah ngajakin keluarganya kerja kecil-kecilan, sedikit-sedikit, sehingga mendapatkan gaji,' kata Enrico, menerangkan filosofi di balik kebijakan Emilia.
Pandangan Ressa dan keluarganya mencerminkan pentingnya akuntabilitas dan kerja keras, meskipun dalam pekerjaan yang tampaknya kecil. Mereka percaya bahwa setiap usaha, sekecil apapun, dapat memberikan makna dan pelajaran bagi kehidupan.
Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Tanpa Kata-kata
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: