Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 21:01 WIB

Kedatangan Pandji Pragiwaksono ke Bareskrim: Isu Penghinaan Adat Toraja Terungkap

Author

Kedatangan Pandji Pragiwaksono ke Bareskrim: Isu Penghinaan Adat Toraja Terungkap

Komika Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 2 Februari 2026. Pemeriksaan ini merupakan respon terhadap laporan yang diajukan oleh Aliansi Pemuda Toraja pada November 2025.

Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR

Didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, kedatangan Pandji menjadi langkah perdananya setelah dilaporkan terkait dugaan penghinaan terhadap adat dan budaya Toraja.

Pemeriksaan Pertama di Bareskrim

Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan Bareskrim Polri setelah sedianya ditunda dua kali, lantaran ia berada di luar negeri pada panggilan sebelumnya. Dalam pemeriksaan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB, ia menjelaskan, "Ini dapat panggilan terkait kasus Toraja."

Pemeriksaan mencakup 48 pertanyaan berkaitan dengan materi video stand-up yang dinilai menyinggung masyarakat Toraja. Pandji menyebutkan, "Empat puluh delapan pertanyaan, seputar materi video stand-up Toraja."

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Proses Hukum dan Permintaan Maaf

Setelah pemeriksaan, Pandji mengungkapkan bahwa ia telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Toraja. Ia menegaskan, "Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan. Sudah ada bisa dilihat publik juga."

Walaupun demikian, ia tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, menyatakan, "Tapi ya ini mungkin meluruskan laporan aja kali ya. Jadi saya mengikuti prosesnya aja," menunjukkan kesiapannya untuk menjalani proses hukum hingga tuntas.

Respon dari Masyarakat dan Dialog

Laporan yang diajukan oleh Aliansi Pemuda Toraja mencakup dugaan ujaran kebencian yang berkaitan dengan SARA, terkait viralnya materi komedi Pandji tahun 2013. Materi tersebut dianggap mengandung unsur penghinaan terhadap adat Toraja.

Menanggapi kritik tersebut, Pandji melakukan dialog dengan Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Dalam perbincangan itu, Rukka menjelaskan makna dan nilai budaya Toraja, sehingga memberikan kesadaran kepada Pandji mengenai dampak dari lelucon yang disampaikan.

Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan di Rapat Komisi DPR Soal Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU