Kontroversi mengenai giveaway yang diproduksi oleh Willie Salim tengah menghebohkan publik. Seorang mantan talent bernama Risky mengklaim bahwa momen dalam video giveaway tersebut sebenarnya telah diatur sebelumnya.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?
Pengakuan Risky memunculkan berbagai pertanyaan tentang keaslian konten yang disajikan kepada penonton. Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam video tersebut merupakan bagian dari skenario yang telah ditentukan.
Pengakuan Mantan Talent
Risky, yang mengaku terlibat dalam pembuatan konten giveaway, menyatakan bahwa pertemuannya dengan Willie Salim bukanlah kebetulan. "Menurut saya settingan, karena awalnya kita perjanjian dulu sama dia," ungkap Risky.
Skenario yang diatur ini melibatkan peran Risky sebagai pengemudi ojek online yang harus menunggu momen pertemuan dengan Willie Salim. Ia menjelaskan bagaimana perjanjian tersebut dikoordinasikan dengan pihak Willie.
Skenario dan Pelaksanaan
Dalam penggambaran adegan, Risky diinstruksikan untuk mencari pohon pisang di sekitar lokasi syuting. Ia mengatakan bahwa pencarian ini telah diatur dengan pemilik kebun, sehingga proses syuting berjalan lancar.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan Masih Terima Gaji, Kontroversi Berlanjut
"Caranya duduk di motor diam, Kak Willie nyamperin. Seolah lu lagi narik disamperin sama Willie. Seolah-olah ketemu mendadak," tutur Risky menjelaskan partisipasinya dalam skenario tersebut.
Setelah berhasil menemukan pohon pisang, Risky menerima uang Rp 2 juta di depan kamera, namun belakangan ia harus mengembalikannya setelah syuting selesai.
Tanggapan Willie Salim
Willie Salim, sebagai kreator konten, merespons isu tersebut melalui Instagram Story. Ia menegaskan bahwa niatnya bukan untuk menipu atau merugikan siapapun dengan kontennya.
"Aku jarang menanggapi isu, tapi karena ini sudah jadi konsumsi publik, aku merasa perlu meluruskan beberapa hal dengan kepala dingin," jelas Willie.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam dunia konten digital sering terjadi penggunaan elemen storytelling dan dramatization, yang menunjukkan bahwa tidak semua adegan dalam video mencerminkan kenyataan yang terjadi.
Baca juga: Sri Mulyani: Cinta Indonesia Meski Menghadapi Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: