Rabu, 07 JANUARI 2026 • 11:40 WIB

Kunjungan Presiden Korsel Lee Jae Myung ke Beijing: Momen Genting dan Diplomasi Melalui Swafoto

Author

Kunjungan Presiden Korsel Lee Jae Myung ke Beijing: Momen Genting dan Diplomasi Melalui Swafoto

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung melakukan kunjungan resmi ke Beijing pada 6 Januari 2026, di mana ia berkesempatan mengambil swafoto dengan Presiden China Xi Jinping. Momen ini menggunakan ponsel Xiaomi yang merupakan hadiah dari Xi Jinping, mencerminkan hubungan diplomatik yang kian mesra antara kedua negara.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Foto swafoto tersebut diunggah Lee melalui media sosial dan cukup menarik perhatian publik. Ini menjadi simbol dari upaya memperbaiki hubungan Korea Selatan dan China yang sempat memanas belakangan ini.

Momen Bersejarah dalam Kunjungan Resmi

Selama kunjungan resminya, Lee Jae Myung menggunakan ponsel Xiaomi untuk mengambil foto bersama Xi Jinping dan istri keduanya. Lee menuliskan di media sosial, 'Sebuah swafoto bersama Presiden Xi Jinping dan istrinya, diambil menggunakan ponsel Xiaomi yang saya terima sebagai hadiah di Gyeongju.'

Kantor Kepresidenan Korea Selatan pun mengunggah video singkat di YouTube yang merekam momen pengambilan foto tersebut, menurut laporan dari AFP. Dalam video, Xi Jinping terlihat memberikan apresiasi terhadap kemampuan Lee dalam mengambil gambar.

Lee sebelumnya mencatat kekhawatiran mengenai keamanan ponsel yang digunakan, menunjukkan dinamika diskusi antara pemimpin dua negara. Momen ini menunjukkan ketertarikan kedua belah pihak untuk terus menjalin komunikasi yang lebih baik.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Perkembangan Hubungan Diplomatik

Pertemuan bilateral selama 90 menit antara Lee dan Xi menjadi titik penting dalam membahas langkah strategis bersama. Xi menegaskan bahwa dunia semakin kompleks, dan dibutuhkan tindakan yang tepat dari masing-masing negara untuk menghadapinya.

Sebagai presiden sejak Juni 2025, Lee berkomitmen untuk memperbaiki hubungan yang telah membeku antara Seoul dan Beijing. Ia menyatakan bahwa pemulihan hubungan ini adalah tren zaman yang tidak bisa dihindari, mengingat pentingnya kerjasama di tingkat global.

Momen ini juga muncul bersamaan dengan ketegangan baru dalam geopolitik yang melibatkan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro. Lee berusaha untuk tidak hanya menjalin komunikasi yang lebih baik dengan China tetapi juga mendapatkan dukungan dalam menghadapi tantangan yang kompleks.

Agenda Diplomatik Berlanjut

Pada tanggal 7 Januari 2026, Lee Jae Myung melanjutkan agenda diplomatiknya dengan pertemuan bersama Perdana Menteri China, Li Qiang. Pertemuan ini menekankan pentingnya hubungan kedua negara dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang saling menguntungkan.

Lee menegaskan bahwa perbaikan hubungan antara Korea Selatan dan China merupakan langkah positif di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjalin kerjasama yang lebih erat di bidang ekonomi dan perdagangan.

Setelah pertemuan penting ini, Lee berencana untuk melanjutkan kunjungan ke Shanghai, salah satu pusat ekonomi terbesar di China. Kunjungan ini mencerminkan tekad Lee untuk menata ulang hubungan luar negeri Korea Selatan demi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU