Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta kembali dibuka setelah lebih dari satu dekade, dan segera menarik perhatian masyarakat dengan tiket yang terjual habis dengan cepat.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan untuk Pengguna Apple
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Taufik Zoelkifli, mendorong penambahan kuota pengunjung harian untuk memenuhi tingginya minat masyarakat akan tempat wisata edukatif ini.
Pembukaan Kembali Planetarium dan Respons Masyarakat
Planetarium di Taman Ismail Marzuki resmi dibuka kembali pada 25 Desember 2025 setelah 13 tahun tutup. Sejak saat itu, pengunjung berdatangan dengan antusias, mengantri panjang untuk mendapatkan tiket.
Tiket untuk setiap sesi cepat habis penjualannya, baik secara online maupun di tempat. Masyarakat menunjukkan kesabaran dengan mengantri demi kesempatan mengunjungi tempat yang dinanti-nanti ini.
Taufik Zoelkifli menyampaikan, "Planetarium itu harganya cuma Rp 5.000 sampai Rp 12.000 dan kemudian masuknya ke TIM juga gratis. Jadi hanya bayar untuk Planetarium dan paling parkir."
Baca juga: Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Jantung
Usulan Penambahan Kuota dan Evaluasi Sistem Tiket
Dalam menghadapi tingginya animo masyarakat, Taufik mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kuota pengunjung harian. Ini diharapkan memberikan peluang yang lebih besar bagi warga yang ingin mengunjungi Planetarium.
Taufik juga mengusulkan sistem pengaturan kunjungan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar warga hanya bisa mengunjungi satu kali dalam sebulan. "Sehingga kemudian kita bisa memberikan kesempatan yang sama untuk warga Jakarta ingin melihat fasilitas wisata edukatif," ujarnya.
Selain itu, penyediaan ruang khusus untuk kunjungan sekolah turut menjadi rekomendasi, agar siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar tanpa antrean dengan pengunjung umum.
Harapan untuk Pengelolaan yang Lebih Baik
Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Rany Mauliani, menyatakan kegembiraannya atas antusiasme masyarakat. Ia mengingat masa kecilnya saat mengunjungi Planetarium yang menjadi sumber pengetahuan dan hiburan.
Rany juga mengharapkan pihak pengelola melakukan evaluasi alur kunjungan agar antrean panjang dapat dihindari di masa mendatang. Ia berharap, "Agar semua pelajar di Jakarta berkesempatan melihat keindahan Planetarium dengan mudah, mungkin bisa dibuat hari khusus pelajar atau rombongan dari sekolah-sekolah."
Dengan pengelolaan yang lebih baik, diharapkan pengunjung umum tetap bisa menikmati Planetarium tanpa berbenturan dengan rombongan pelajar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: