Senin, 05 JANUARI 2026 • 16:36 WIB

Kritik Tajam dari Tompi Terkait Materi Stand-Up Pandji tentang Kondisi Gibran

Author

Kritik Tajam dari Tompi Terkait Materi Stand-Up Pandji tentang Kondisi Gibran

Musisi sekaligus dokter bedah plastik Tompi mengeluarkan kritik tajam terhadap materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang mengomentari kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tompi menegaskan bahwa kondisi yang disebut ptosis tersebut bukanlah lelucon yang seharusnya dibahas di depan publik.

Baca juga: Kementerian Perindustrian Ungkap Status Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Kritik tersebut disampaikan melalui akun Instagram Tompi, menyusul guyonan Pandji tentang mata Gibran yang tampak sayu. Ia berpendapat bahwa memperolok kondisi medis menunjukkan kurangnya kecerdasan berargumentasi.

Ptosis: Definisi dan Penjelasan Medis

Dalam unggahan di Instagram, Tompi menguraikan bahwa kondisi mata yang tampak 'mengantuk' secara medis dikenal dengan istilah ptosis. Ia menyatakan, 'Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata… bukan bahan lelucon.'

Ptosis adalah keadaan di mana kelopak mata atas mengalami penurunan, yang berpotensi mengganggu penglihatan. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, 'ptosis dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa dan tidak selalu berkaitan dengan rasa lelah atau mengantuk.'

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Pendapat Ahli tentang Ptosis

Dokter spesialis bedah plastik okulo-fasial, dr. Philip Rizzuto, menyerukan perhatian lebih terhadap kondisi ptosis pada anak-anak, di mana hal ini dapat mengganggu perkembangan penglihatan. Ia menekankan, 'Seorang anak tidak akan mengembangkan penglihatan normal jika kelopak matanya menghalangi mata.'

Dari sudut pandang medis, ptosis tidak hanya mempengaruhi penampilan luar, namun juga dapat memicu masalah penglihatan lain yang lebih serius.

Dampak dan Penanganan Condition Ptosis

Sebagai kondisi yang berkaitan dengan kesehatan, ptosis bisa menyebabkan efek samping seperti mata cepat lelah, penglihatan ganda, hingga nyeri akibat kompensasi otot wajah. Penanganan terhadap ptosis disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, pengobatan dapat berupa terapi untuk mengatasi kondisi yang mendasari atau operasi untuk memperbaiki otot kelopak mata. Tompi juga berpesan agar masyarakat lebih mengedepankan martabat manusia saat berdiskusi di ruang publik.

Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU