Quentin Stanislavski, putra bungsu almarhum Epy Kusnandar, mengungkapkan kedalaman makna sepasang sandal milik ayahnya bagi kehidupannya.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih
Ia berkomitmen untuk terus mengenakan sandal tersebut sebagai cara untuk merasakan kehadiran sang ayah.
Makna Mendalam dari Sepasang Sandal
Quentin menegaskan betapa pentingnya sandal tersebut dalam hidupnya. "Kalau barang-barang Papi yang aku pakai, ada sandal Papi. Jadi gimana aku bisa merasakan bumi yang Papi injak dengan alas kaki yang dia gunakan," katanya.
Komitmennya bukan sekadar kenangan, melainkan juga sebuah simbol penghormatan terhadap memori sang ayah. "Itu sandal bakal aku pakai dan enggak akan aku biarin rusak," tambahnya.
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Rencana Penyimpanan dan Museum
Karina Ranau, istri almarhum Epy, mengungkapkan rencana untuk menyimpan barang-barang milik suaminya. "Barang-barangnya jauh dari kata mewah. Semua itu rongsokan ya. Jadi mungkin akan kita museumkan," ujar Karina.
Walaupun terlihat biasa, barang-barang tersebut dipandang sangat berharga. "Barang-barangnya cuma Rp 50.000, cuma Rp 10.000 yang dia beli di Jatinegara, di tempat rongsokan. Tapi itu sangat berharga," jelas Karina.
Ia juga menegaskan pandangan Epy terhadap benda-benda yang sering dianggap 'rusak' atau 'tidak bernilai'. "Karena dia seniman yang gila, jauh dari kata kemewahan," ungkapnya.
Latar Belakang Kepergian Epy Kusnandar
Epy Kusnandar menghembuskan napas terakhir pada Rabu (3/12/2025) di usia 61 tahun akibat penyumbatan pembuluh darah di otak. Kepergian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.
Pemakaman dilaksanakan pada Kamis (4/12/2025) pagi di TPU Jeruk Purut. Kehilangan ini dirasakan tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh seluruh penggemar dan orang-orang yang mengenalnya dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: