Setelah berakhirnya musim 2025, Formula 1 (F1) akan memasuki era baru dengan adanya regulasi teknis yang signifikan pada musim 2026 mendatang.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Cara Praktis Meningkatkan Kebugaran di Rumah
Perubahan ini mencakup pengurangan bobot mobil, modifikasi aerodinamika, dan transformasi penggunaan bahan bakar menjadi lebih ramah lingkungan.
Perubahan Desain dan Spesifikasi Mobil
Regulasi baru F1 2026 menetapkan beberapa perubahan kunci dalam desain dan spesifikasi mobil. Bobot minimum mobil diturunkan hingga 30 kilogram, yang berarti total bobot mobil menjadi 768 kilogram dari sebelumnya 798 kilogram.
Selain pengurangan bobot, panjang total mobil juga dikurangi sebesar 10 cm, dan jarak sumbu roda diperkecil hingga 20 cm. Modifikasi ini dirancang untuk meningkatkan performa dan dinamika mobil saat berlomba.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia
Inovasi dalam Sistem Aerodinamika
Sistem Drag Reduction System (DRS) yang selama ini digunakan akan dihapus dan digantikan oleh sistem aerodinamika aktif. Ini memungkinkan pembalap untuk mengatur sayap depan dan belakang ke mode berbeda selama balapan.
Dua mode baru ini, 'X-Mode' untuk lintasan lurus dan 'Z-Mode' untuk tikungan, diharapkan akan meningkatkan manuverabilitas mobil, terutama saat proses menyalip.
Transisi Menuju Bahan Bakar Berkelanjutan
F1 2026 juga mengimplementasikan langkah penting menuju bahan bakar berkelanjutan yang 100% ramah lingkungan. Bahan bakar tersebut akan berasal dari sumber non-fosil, seperti limbah biomassa dan karbon atmosfer.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen F1 untuk mengurangi emisi karbon dengan target 'Net-Zero by 2030', menjadikan olahraga ini lebih sejalan dengan tuntutan lingkungan hidup yang semakin mendesak.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: