Paus Leo XIV Berbicara tentang Kecerdasan Buatan dan Kebijakan Imigrasi di Depan 15.000 Remaja
Paus Leo XIV menekankan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dengan bijaksana saat berbicara kepada lebih dari 15.000 remaja di Indiana, Amerika Serikat.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
Dalam sesi tanya jawab yang disiarkan langsung dari Vatikan, Paus mengingatkan agar remaja tidak meminta AI untuk mengerjakan pekerjaan rumah sekolah mereka.
Pesan tentang Kecerdasan Buatan
Dalam acara yang berlangsung di Indianapolis, Indiana, Paus Leo XIV menyampaikan bahwa AI merupakan salah satu fitur penentu zaman kita.
Ia menyarankan agar pemuda tidak hanya mengandalkan teknologi untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Paus menyatakan, 'Menggunakan AI secara bertanggung jawab berarti menggunakannya dengan cara yang membantu Anda berkembang.'
Penekanan ini menunjukkan keprihatinan seorang pemimpin spiritual terhadap potensi penyalahgunaan teknologi oleh generasi muda.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Penawaran Harga Menarik
Kritik terhadap Kebijakan Anti-Imigrasi
Dalam sesi tersebut, Paus Leo XIV tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga memberikan kritik terhadap kebijakan anti-imigrasi yang diimplementasikan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.
Ia mengatakan, 'Yesus menginginkan orang Kristen menjadi orang yang membangun jembatan, bukan tembok,' yang memperkuat argumennya mengenai pentingnya inklusivitas dan empati terhadap imigran.
Paus Leo juga mengingatkan, 'Tolong berhati-hatilah untuk tidak menggunakan kategori politik untuk berbicara tentang iman, untuk berbicara tentang Gereja,' menekankan posisi Gereja yang netral dalam hal politik.
Nasihat untuk Kaum Muda
Di samping membahas AI dan imigrasi, Paus Leo memberikan saran tentang cara mencari teman di lingkungan sekolah.
Ia berpesan kepada pemuda agar tetap berpegang pada nilai-nilai iman Katolik dalam interaksi mereka, dan mencari hubungan yang saling menguntungkan serta penuh kasih sayang.
Paus menegaskan, 'Gereja tidak termasuk dalam partai politik mana pun,' dan tujuan utama Gereja adalah membentuk hati nurani individu agar dapat bekerja dengan bijaksana.
Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: