tastetrip.id – Fenomena kidulting, yang merupakan kombinasi antara anak-anak dan kehidupan dewasa, kini semakin digemari oleh generasi Z dan milenial yang berusia 20-an ke atas. Mereka kembali terjun ke dunia mainan dan nostalgia masa kecil dalam bentuk barang koleksi seperti boneka edisi terbatas.
Apa Itu Kidulting?
Kidulting adalah istilah yang mulai populer di era modern saat ini, merujuk pada perilaku orang dewasa yang ingin kembali menjalin hubungan dengan kesenangan masa kecil. Fenomena ini mencakup koleksi berbagai mainan dan barang yang mengingatkan pada masa lalu, mendorong mereka untuk merasakan kembali kebahagiaan masa kecil yang pernah ada.
Walaupun baru belakangan ini ramai diperbincangkan, istilah kidult sendiri pertama kali muncul pada tahun 1980-an. Istilah ini menjembatani gagasan bahwa tidak semua orang dewasa harus melupakan sisi kekanak-kanakan mereka.
Sejarah Panjang Kidulting
Kata kidult mulai dikenal luas pada tahun 1985, dengan makna yang mencakup orang dewasa yang berperilaku seperti anak-anak. Seiring waktu, kidulting menjadi semakin relevan, terutama saat banyak orang dewasa mulai mengeksplorasi kembali mainan dari periode masa kecil mereka.
Tren ini semakin terlihat dari banyaknya permintaan terhadap barang-barang nostalgik. Brand besar seperti LEGO dan Mattel mulai menciptakan produk khusus untuk mengajak dewasa mengenang kembali masa kecil melalui barang-barang ikonik.
Dampak Positif di Masa Pandemi
Tidak dapat dipungkiri, pandemi COVID-19 berperan cukup besar terhadap meningkatnya minat di kalangan orang dewasa terhadap kidulting. Banyak orang yang terjebak di rumah mulai mencari kembali aktivitas yang menyenangkan dan bisa membangkitkan kenangan indah masa lalu, seperti mengerjakan puzzle dan bermain video game.
Pandemi membantu mengubah kidulting dari sekadar hobi menjadi bagian penting dari gaya hidup baru bagi banyak orang dewasa. Melihat tren ini, industri mainan pun beradaptasi dengan baik untuk menjawab perubahan kebutuhan pasar yang lebih mengarah kepada nostalgia dan koleksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: