BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 13 APRIL 2026 • 19:33 WIB

Film 'Songko': Menggali Warisan Horrifik dari Minahasa ke Layar Lebar

Film Songko : Menggali Warisan Horrifik dari Minahasa ke Layar LebarFilm 'Songko': Menggali Warisan Horrifik dari Minahasa ke Layar Lebar

Film horor 'Songko' yang diproduksi oleh Dunia Mencekam Studio dan Santara baru saja menggelar gala premiere di Metropole XXI, Jakarta. Ini adalah langkah strategis untuk mempromosikan kekayaan cerita daerah Indonesia.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Mengangkat kisah dari legenda Minahasa, 'Songko' akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026. Film ini menawarkan nuansa horor yang autentik dan menggambarkan dampak ketakutan terhadap interaksi sosial masyarakat.

Menghadirkan Cerita Lokal yang Autentik

"Kami ingin membawa cerita lokal ke level yang lebih luas, tapi tetap dengan keaslian yang kuat," ungkap Whisnu Baker, Eksekutif Produser Santara. Komitmen ini terlihat jelas dari riset mendalam melibatkan kepala adat dan masyarakat setempat.

Proses riset tersebut bertujuan agar setiap elemen film, mulai dari visual hingga atmosfer desa, mencerminkan keaslian budaya yang diangkat. Hal ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggarapan film.

Sekitar 60 persen cast dan crew berasal dari Manado dan sekitarnya, menjadikan 'Songko' sebagai kolaborasi sempurna antara sineas nasional dan talenta daerah. Ini menjadi penegasan bahwa film ini tidak hanya tentang cerita, tetapi juga identitas lokal.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak

Plot yang Menyentuh Realita Masyarakat

'Songko' mengisahkan teror kelam dari kemunculan makhluk misterius yang mengincar darah suci perempuan muda. Cerita ini mengajak penonton kembali ke tahun 1986 di Tomohon, menggambarkan bagaimana ketakutan dapat mengganggu hubungan antar warga.

Sutradara Gerald Mamahit menegaskan pentingnya aspek ketakutan yang bersumber dari manusia. "Ketakutan di Songko bukan hanya datang dari makhluknya, tapi dari manusia yang mulai kehilangan rasa percaya satu sama lain," jelasnya.

Film ini tidak hanya menunjukkan teror makhluk tersebut, tetapi juga bagaimana masyarakat berjuang melawan ketakutan yang mengancam keharmonisan di desa mereka.

Pembangunan Set yang Ikonik

Produksi 'Songko' juga menggunakan pendekatan unik dengan pembangunan set desa di kaki Gunung Lokon, Tomohon. Set yang dibangun dari nol ini berfungsi sebagai tempat syuting sekaligus bukti nyata dari usaha penggarapan film.

Set tersebut kini berdiri sebagai daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan menciptakan sinergi antara seni dan budaya lokal. Ini menunjukkan dedikasi tim produksi dalam menghadirkan film yang berkualitas.

Usai gala premiere di Jakarta, film ini akan melanjutkan rangkaian premiere ke Manado, memberikan penghormatan terhadap asal-usul cerita dan harapan bagi hadirnya lebih banyak film dengan identitas yang kuat.

Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Film 'Songko': Menggali Warisan Horrifik dari Minahasa ke Layar Lebar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!