Misteri Kematian 72 Harimau di Thailand: Virus atau Lainnya?
Penyelidikan sedang dilakukan di Thailand menyusul kematian mendadak 72 harimau di Tiger Kingdom, Chiang Mai. Kematian terjadi dalam waktu singkat dan diduga disebabkan oleh virus distemper anjing.
Baca juga: Menemukan Cinta Diri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan
Menurut Somchuan Ratanamungklanon, Direktur Departemen Peternakan Nasional Thailand, pengelola terlambat mendeteksi kondisi kesehatan harimau-harimau tersebut. Para ahli menyatakan bahwa virus ini sulit terdeteksi pada kucing besar.
Kematian harimau-harimau tersebut dimulai saat dinas peternakan setempat mengambil sampel untuk penyelidikan. Hasil menunjukkan adanya virus distemper anjing, namun asal mula wabah belum teridentifikasi.
Somchuan mengungkapkan, 'Saat kami menyadari mereka sakit, sudah terlambat.' Ini menunjukkan kesulitan pengelola dalam memantau kesehatan dari total 240 harimau di dua fasilitas yang berbeda.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?
Virus distemper anjing adalah penyakit serius yang menyerang sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf. Meskipun mayoritas terdeteksi pada anjing, virus ini dapat menjangkit kucing besar dan memiliki dampak fatal.
Kantor peternakan provinsi juga mengonfirmasi bahwa tes awal menunjukkan adanya infeksi parvovirus kucing. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami keterkaitan antara virus yang terdeteksi dan kematian harimau-harimau tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, semua bangkai harimau yang mati telah dikremasi. Departemen pengendalian penyakit pun mengawasi semua staf di Tiger Kingdom selama 21 hari meski tidak ada laporan penyakit di antara mereka.
Organisasi hak-hak hewan mengecam insiden ini dan menyoroti tantangan menjaga kesehatan hewan yang ditangkar untuk olahraga dan hiburan. Peta Asia menyatakan, 'Tragedi seperti ini kemungkinan besar tidak akan terjadi jika wisatawan menjauhi tempat-tempat wisata tersebut.'
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: