Fajar Sadboy Bicara Tentang Insiden Diludahi di Podcast Deddy Corbuzier
Fajar Sadboy telah memberikan klarifikasi mengenai insiden di mana ia diludahi oleh Indra Frimawan saat menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?
Kejadian yang berlangsung pada 6 Februari 2026 tersebut menimbulkan banyak reaksi negatif dari masyarakat dan menjadi sorotan di media sosial.
Insiden meludahi terjadi ketika Fajar Sadboy menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier, dan tayang di kanal YouTube. Banyak penonton menilai kejadian tersebut sebagai tindakan yang tidak pantas dan memicu kemarahan di sosial media.
Amanda Manopo, yang juga terlibat, kemudian menanyakan langsung kepada Fajar tentang insiden tersebut. Fajar sempat bingung, namun akhirnya mengakui bahwa merujuk pada Indra Frimawan yang meludahi dirinya.
Ia menekankan bahwa Indra Frimawan adalah sosok yang baik, dan menyatakan, "Ludah siapa? Yang mana Kak? Oh yang sama Abang Indra? Mereka baik banget kok sama aku." Hal ini mencerminkan pandangannya yang lebih ringan terhadap situasi itu.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Apa yang Perlu Diketahui?
Deddy Corbuzier juga memberikan komentar mengenai insiden tersebut, mengungkapkan bahwa ia sebenarnya ingin membahas topik yang lebih serius. Namun sayangnya, perhatian publik teralihkan oleh insiden meludahi yang muncul.
Deddy mengungkapkan, "Orang-orang menganggap candaan lo itu tidak beradab!" Ia menyadari bahwa meskipun itu hanyalah lelucon, tindakan tersebut tetap dianggap tidak pantas oleh masyarakat.
Lebih lanjut, Deddy menyuarakan kekhawatirannya mengenai dampak tindakan tersebut terhadap citra publik, menekankan bahwa candaan yang tidak beradab bisa menyebabkan kesalahpahaman di kalangan penonton.
Respon masyarakat Indonesia beragam, dengan banyak yang mengecam tindakan meludahi tersebut. Beberapa menganggap aksi tersebut tidak seharusnya dilakukan di depan publik, bahkan dalam konteks bercanda.
Amanda Manopo menegaskan bahwa meskipun insiden itu telah berlalu, seharusnya tidak ada ganjalan di hati Fajar. Ia juga mencatat relevansi insiden ini terhadap persepsi masyarakat tentang apa yang dianggap wajar atau tidak.
Situasi ini membuka diskusi yang lebih geniş mengenai batasan dalam bercanda, terutama di platform publik yang dapat dijangkau oleh banyak orang.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan Masih Terima Gaji, Kontroversi Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: