Pentingnya Logika dan Intuisi dalam Menghadapi Love Bombing Menurut Gisella Anastasia
Gisella Anastasia, yang lebih dikenal sebagai Gisel, memberikan pemahaman mendalam terkait fenomena love scamming dan love bombing melalui pengalaman pribadinya. Ia menekankan bahwa logika dan intuisi sangat penting dalam memilih pasangan yang tepat.
Baca juga: Kunto Aji Bicara Tanggung Jawab Anggota Dewan di DPR
Dalam pernyataannya, Gisel mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu yang pernah membuatnya terjerat perhatian berlebihan dalam hubungan merupakan pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati di masa depan.
Dalam sebuah acara di Metropole XXI, Gisel mengingatkan bahwa film yang mengangkat tema love scamming seringkali terasa ekstrem dan terstruktur, melebihi pengalaman pribadinya. "Belum pernah mengalami love scamming yang seteratur dan separah di film ini tuh belum ya," ungkapnya.
Meskipun demikian, Gisel mengakui bahwa ia pernah terjebak dalam hubungan yang ditandai dengan perhatian berlebihan. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting baginya untuk lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan di masa depan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Rekor Transfer Termahal
Gisel menjelaskan bahwa logika memainkan peran vital dalam prosesnya keluar dari situasi love bombing. "Cara lepas dari love bombing waktu itu, untungnya aku lumayan logis sih," jelasnya.
Ia juga mencatat bahwa tidak semua perempuan mampu berpikir logis saat menghadapi situasi yang serupa. Gisel merasa beruntung telah mendapatkan pemahaman tersebut berkat pengalaman hidup yang dilalui.
Gisel menekankan bahwa hubungan tidak bisa dijalani hanya berdasarkan perasaan semata. "Jadi semestinya gua gak main perasaan doang," ujarnya.
Selanjutnya, ia memberikan pesan yang tegas bagi semua orang yang sedang menjalin hubungan, yaitu pentingnya mendengarkan intuisi. "Kalau udah feeling gak bagus tentang hubungan itu, mending cabut aja. Keluar dari lingkaran itu," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: