Doraemon Resmi Tidak Tayang di RCTI: Akhir Era Tayangan Legendaris di Indonesia
Penonton televisi nasional di Indonesia harus merelakan tayangan legendaris, Doraemon, yang resmi tidak akan tayang di RCTI mulai awal 2026.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Kehilangan ini menandai akhir dari salah satu serial anime terpanjang yang terkenal di Indonesia, dengan pengumuman resminya terlihat pada jadwal RCTI+.
Berita mengenai penghentian tayang Doraemon di RCTI menjadi viral di berbagai media sosial. Salah satu akun yang mempublikasikan berita tersebut, @IndoPopBase, menulis, 'Doraemon officially ends its run on RCTI after nearly four decades,' yang langsung memicu nostalgia di antara para penggemar.
Reaksi dari masyarakat pun beragam, banyak yang mengenang Doraemon sebagai tayangan favorit yang dinantikan setiap akhir pekan. Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut tentang kemungkinan tayangan ini kembali ke layar kaca Indonesia.
Baca juga: Kekacauan di Duren Sawit: Uya Kuya Menjadi Korban Penjarahan Setelah Video Viral
Sejak pertama kali tayang pada akhir 1980-an, Doraemon dengan cepat menjadi salah satu program unggulan di RCTI. Tayangan ini hampir selalu hadir dalam jadwal tayang anak dan keluarga, menjadi bagian penting dari budaya hiburan masyarakat Indonesia.
Doraemon diadaptasi dari manga karya Fujiko F. Fujio, menceritakan petualangan antara Doraemon, Nobita Nobi, dan teman-temannya. Cerita yang disajikan terkait dengan alat ajaib dari masa depan ini memiliki banyak pesan moral mengenai persahabatan, tanggung jawab, dan empati.
Meskipun program ini berakhir di televisi nasional, eksistensi Doraemon tidak sepenuhnya hilang. Serial dan film Doraemon kini dapat diakses melalui berbagai platform digital dan layanan streaming, sejalan dengan perubahan perilaku menonton masyarakat.
Dengan adanya akses di platform digital, penggemar masih dapat menikmati petualangan karakter ikonik ini meskipun tidak lagi ditayangkan di layar kaca, menegaskan relevansi Doraemon di era modern.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua Terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: