Kiky Saputri: Perjuangan Seorang Guru Honorer Menuju Kesuksesan
Kiky Saputri, seorang komika berbakat, pernah menjalani masa sulit sebagai guru honorer dengan penghasilan yang sangat terbatas. Di tengah tantangan tersebut, ia belajar mengelola keuangan dan tetap berjuang untuk masa depan yang lebih baik.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?
Dengan hanya memperoleh gaji sebesar Rp 600.000 per bulan, Kiky harus berpikir cerdas dalam mengatur pengeluaran untuk kebutuhan sehari-harinya. Di balik kesulitan ini, Kiky menunjukkan ketangguhan dan kreativitas yang luar biasa.
Selama masa menjadi guru honorer, Kiky Saputri mengandalkan gaji minim untuk memenuhi kebutuhan hidup. "Gaji gue Rp 600.000 sebulan kan dulu," ungkapnya, menggambarkan betapa sulitnya situasi keuangan yang dihadapinya.
Tuntutan untuk mengatur finances dengan bijak menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Ia mengatakan, "Kayak kita cuma punya duit Rp 10.000, gimana caranya kita atur buat makan sama buat naik Metro Mini."
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Untuk menambah penghasilan, Kiky memanfaatkan keterampilan mengajarnya dan mulai memberikan les privat. Langkah ini diambilnya sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
"Dari zaman kuliah udah kerja les-les privat gitu kan, ngajar ke rumah-rumah. Jadinya alhamdulillah masih punya uang buat jajan sama buat kuliahlah waktu itu," tambahnya, menunjukkan semangatnya meskipun dalam situasi tidak ideal.
Kiky tidak melupakan pengalaman berharga selama bersekolah dan kuliah yang penuh kenangan. Momen-momen berkumpul dengan teman-teman menjadi hal yang sangat berarti baginya.
"Ya pasti ada kangen-kangennya kumpul sama teman-teman, makan di kantin, nongkrong-nongkrong di pendopo, ngeliatin senior-senior ganteng. Pasti ada ada kangennya banget," kata Kiky, mencerminkan pentingnya hubungan sosial dalam kehidupan.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion Tak Lekang Oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: