Kontroversi Promosi Album Terbaru Taylor Swift dengan Kecerdasan Artifisial
Taylor Swift, musisi terkenal asal Amerika Serikat, menghadapi kontroversi terkait penggunaan kecerdasan artifisial (AI) dalam promosi album terbarunya, 'The Life of a Showgirl'. Kritik datang dari penggemar yang merasa promosi ini tidak memuaskan dan mengabaikan seniman sejati.
Baca juga: Apple Siapkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Inovasi atau Tantangan?
Dalam promosi tersebut, Swift meminta penggemarnya untuk mencari portal jingga di 12 kota di seluruh dunia dengan mengunggah video yang diduga dibuat oleh AI. Kejanggalan dalam video tersebut memicu reaksi negatif dari komunitas penggemar.
Kontroversi bermula saat Taylor Swift meluncurkan kampanye promosi untuk album terbarunya, 'The Life of a Showgirl'. Dalam kampanye ini, ia mengajak penggemar mencari pintu jingga di berbagai kota, termasuk Nashville, London, dan Barcelona.
Penggemar, yang dikenal sebagai Swifties, diminta untuk memindai kode QR untuk mengakses video-video promosi. Namun, aktivitas yang dimaksudkan menyenangkan menjadi kekhawatiran ketika kualitas video-video tersebut ternyata tidak memenuhi harapan.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih
Sejumlah penggemar menyuarakan kekecewaannya di media sosial, menilai seharusnya Taylor Swift menggunakan anggarannya untuk menyewa seniman digital. Banyak yang berpendapat bahwa promosi ini menunjukkan kejanggalan khas teknologi AI, seperti tangan yang tidak pada posisi semestinya dan objek yang menghilang.
Ben Colman, CEO Reality Defender, menyatakan, 'ini tampak sangat mungkin bahwa beberapa klip ini dihasilkan oleh AI'. Beliau menjelaskan bahwa kesalahan dalam teks dan tampilan yang tidak masuk akal menjadi indikasi penggunaan teknologi tersebut.
Meskipun Taylor Swift belum memberikan pernyataan resmi mengenai penggunaan AI dalam promosi album ini, ia sebelumnya pernah mengekspresikan penolakannya terhadap konten yang dihasilkan AI. Tahun lalu, ia menekankan bahaya informasi menyesatkan yang dihasilkan AI, terutama setelah rumor tentang dukungannya kepada Donald Trump.
Alyssa Yung, seorang penggemar lama Swift, menegaskan pentingnya tanggung jawab Swift terhadap karya yang dihasilkan. Ia berkomentar, 'Taylor Swift telah menjadi advokat selama bertahun-tahun tentang kepemilikan karya seninya dan AI generatif menggunakan karya seni curian untuk membuat gambar atau videonya.'
Baca juga: Berbagai Makanan Sehari-hari Ternyata Mengandung Gula Tersembunyi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: