Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 11:43 WIB

Spesies Baru Bunga Rafflesia Ditemukan di Kalimantan Timur

Author

Spesies Baru Bunga Rafflesia Ditemukan di Kalimantan Timur

Ilmuwan berhasil menemukan spesies baru bunga Rafflesia yang dinamakan Rafflesia harjatii di hutan Kalimantan Timur.

Baca juga: Desta Dorong Tuntutan Rakyat kepada Prabowo di Tengah Kontroversi Pemilu

Penemuan ini menambah kekayaan hayati Indonesia dan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah pada 12 Januari 2026.

Detail Penemuan dan Riset

Rafflesia harjatii ditemukan di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, pada tahun 2025. Temuan ini merupakan hasil riset yang dipimpin oleh Prof. Agus Susatya dari Universitas Bengkulu dan melibatkan sejumlah ahli botani dari BRIN.

Dalam riset tersebut, Prof. Agus menjelaskan bahwa bunga ini tumbuh di hutan dipterokarpa dataran rendah pada ketinggian antara 325 hingga 329 meter di atas permukaan laut. Seperti halnya spesies Rafflesia lainnya, bunga ini bersifat parasit dan menumpang pada tanaman inang dari genus Tetrastigma.

Wilayah penemuan Rafflesia harjatii tergolong sulit dijangkau, sehingga jarang diteliti. Para peneliti melakukan perbandingan morfologi mendetail serta analisis DNA untuk menetapkan status spesies baru ini.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain

Karakteristik Fisik

Secara fisik, Rafflesia harjatii memiliki diameter bunga antara 17 hingga 22 sentimeter. Perbedaan paling mencolok dapat dilihat pada ukuran bunga, pola bercak, serta struktur bagian dalamnya.

Bercak putih pada spesies ini tampak lebih jarang dan relatif lebih besar, sementara diafragmanya lebih tebal dengan bukaan yang sempit. Ramenta, yang menyerupai duri di bagian dalam bunga, menunjukkan perkembangan baik dan berbentuk silindris.

Keunikan struktur cakram dalamnya juga muncul dengan tonjolan yang khas, yang tidak ditemukan pada deskripsi spesies Rafflesia lain yang sudah ada. Semua karakteristik ini semakin menegaskan bahwa Rafflesia harjatii merupakan spesies baru.

Apresiasi dan Konservasi

Temuan ini mendapatkan apresiasi luas, termasuk dari Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL). Pendiri KPPL, Sofian, menyatakan bahwa penemuan ini menunjukkan bahwa alam Indonesia masih menyimpan banyak keajaiban.

KPPL berkomitmen mendukung upaya konservasi Rafflesia dan aktif mengampanyekan penyelamatan habitat bunga ini. Sofian juga menyampaikan ucapan selamat kepada tim peneliti atas keberhasilan mereka.

Penemuan Rafflesia harjatii menegaskan bahwa hutan Indonesia lebih dari sekadar kekayaan alam, melainkan juga laboratorium hidup dengan potensi ilmiah yang menunggu untuk dieksplorasi lebih jauh.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU